CAIRAN DISINFEKTAN DAN ANTISEPTIC

Sabtu, 05 Mei 2012 0 komentar
 
Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas. Agenini sangat efektif di daerah tertutup sebagai bakterisida dan fungisida. Dalamlarutan cair sekitar 37%, formaldehida dikenal sebgai formalin.
8.
Etilen OksidaJika digunakan sebagi gas atau cairan, etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri, spora, jamur dan virus yang sangat efektif. Sifat penting yang membuatsenyawa ini menjadi germisida yang berharga adalah kemampuannya untuk menembus ke dalam dan melalui pada dasarnya substansi yang manapun yangtidak tertutup rapat-rapat. Misalnya agen ini telah digunakan secara komersialuntuk mensterilkan tong-tong rempah- rempah tanpa membuka tong tersebut.Agen ini hanya ditempatkan dalam aparatup seperti drum dan, setelah sebagian besar udaranya dikeluarkan dengan pompa vakum, dimasukkanlah etilen oksida.
9.
Hidogen PeroksidaAgen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang, karena kemampuannyamengoksidasi. Agen ini sangat tidak stabil tetapi sering digunakan dalam pembersihan luka, terutama luka yang dalam yang di dalamnya kemungkinandimasuki organisme aerob.
10.
BetapropiolaktonSubstansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen oksida. Agen inimematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yangdiperlukan untuk mematikan bakteri vegetatif. Efeknya cepat, ini diperlukan,karena betapropiolakton dalam larutan cair mengalami hidrolisis cukup cepatuntuk menghasilkan asam akrilat, sehingga setelah beberapa jam tidak terdapat betapropiolakton yang tersisa.
11.
Senyawa Amonium Kuaterner Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat subtituennyamengandung karbon, terikat secara kovalen pada atom nitrogen. Senyawa – senyawa ini bakteriostatis atau bakteriosida, tergantung pada konsentrasi yang
 
digunakan; pada umumnya, senyawa-senyawa ini jauh lebih efektif terhadaporganisme gram-positif daripada organisme gram-negatif.
12.
Sabun dan DetergenSabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan;yaitu menurunkantegangan permukaan. Efek mekanik ini penting karena bakteri, bersama minyak dan partikel lain, menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses pencucian.
13.
SulfonamidaSejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagipula tidak merusak  jaringan manusia. Terutama bangsa kokus seperti Sterptococcus yangmengganggu tenggorokan, Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcussangat peka terhadap sulfonamide.
14.
Antibiotik Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan zat-zat itudalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatanmikroorganisme yang lain.
BAB IIIKESIMPULAN
Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yangdigunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlahmikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan
 
sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasadrenik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektandapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagaiantiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahanantiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptitersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifatkeras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satucara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi padakenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahandalam proses sterilisasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/desinfektan/ http://linkfadliblog.blogspot.com/2009/05/disinfektan.html.http://abunidathoe.multiply.com/journal/item/32

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Copyright 2011 oLin Nurcahyani | TNB